Ra Chi Nee Pandok

Arabicum

Tanaman ini saya beli dari Mas Fendi Saliem pada bulan Agustus 2006 di Pameran Flona Fauna Lapangan Banteng. Tanaman saya beli seharga 40K, dengan besar seukuran ibu jari, masih bantang tunggal dan belum bercabang. Tanaman kemudian saya bawa ke Jogja, dan merupakan salah satu koleksi arabicumku yang pertama.

Selama ini saya menyebutnya sebagai arabicum saja, sampai akhir tahun 2007 Mas Fendi Saliem datang ke rumah Jogja, dan mengidentifiaksi tanaman ini sebagai RCN – Ra Chi Nee Pandok.

Di dalam buku Teknik Adenium Spektakuler, RCN memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Akar
Pada umumnya karakter akar RCN sama dengan arabicum dataran rendah yaitu caudex/ batang tinggi. Namun hal ini hanya didasarkan pada RCN dewasa yang ditanam dipot. Cabang tumbuh merumpun lurus dan meninggi. Tidak berkelok kelok seperti arabicum dataran rendah. Spasi perantingan sangat rapat dan kecil kecil.
2. Daun
Daun mengkilap seperti obesum, berukuran kecil, 2-5 cm, berbentuk bulat telur, dan seringkali agak mengatup seperti mangkok. Seringkali bagian pinggir daun berwarna keputihan yang ditafsirkan sebagian orang sebagai varigata. Kenyataannya, bila kebutuhan semua unsur hara terpenuhi, warna menjadi hijau segar.
3. Bunga
Sosok, ukuran, dan bentuk mirip arabicum dataran tinggi dan rendah. Hanya saja ia berbunga jauh lebih banyak karena rantingnya amat rimbun. Saking lebat bunganya, ia dijuluki queen of thousand flowers.