‘RCN’ var Riatif

Hampir setahun lalu, saya menyemai beberapa biji RCN, dengan harapan suatu saat akan memiliki RCN seperti yang ada di sini http://www.siamadenium.com/Arabicum/RCN/index.htm . Maklum hobbyst kelas rt/rw, mimpinya sajah yang besar, sementara modalnya cekak.

Hampir setahun berselang semenjak mulai menyemai, beberapa tanaman dari biji RCN tumbuh, bersemi dan hampir berbunga. Hasilnya sedikit banyak terwakili oleh dua foto di bawah ini.

RCN Sby
RCN Sby (klick 2 enlarge)

RCN Sby, berasal dari biji yang dibeli di salah satu nursery di Surabaya, konon bijinya dari salah satu seller yang terkemuka di Thailand. Dari 25 biji yang disemai, 22 tumbuh, dan 20 bertahan sampai agak besar. Setelah besar, karakter yang muncul bermacam-macam. Ada yang seperti somalense, seperti cabang seribu, seperti compacta dan tentu saja ada yang berkarakter arabicum, namun ndak tahu apa jenisnya.

RCN Jkt
RCN Jkt (Klick 2 enlarge)

RCN Jkt, biji saya beli dari salah satu supllier biji di Jakarta, dari 50 semai biji, tumbuh 35-an, lumayan bagus untuk arabicum RCN yang konon susah disemaikan.
Seiring dengan berjalannya waktu, tanaman ini juga tumbuh dan berkembang. Setelah lumayan besar, ternyata karakternya tidak seragam, ada yang berbulu dan tidak berbulu, ada yang bentuk daunnya bulat, agak lancip maupun lonjong. Apakah semua memiliki karkater RCN? wallahu’alam, yang pasti semuanya arabicum.

Dari kedua pengalaman di atas, mungkin bisa diambil beberapa lesson learned:
1. Kalau menyemai dari biji, hasilnya belum tentu sesuai yang diharapkan. Entah karena variasi genetik tanaman dari biji, atau bisa juga karena bijinya memang mixed dari produsennya.
2. Variasi tanaman hasil dari biji bisa menambah koleksi jenis tanaman untuk kolektor, sementara untuk petani penyemai yang akan dijual lagi bisa jadi merugikan.
3. Untuk memiliki tanaman yang sesuai dengan namanya, lebih bagus membeli seedlings yang telah ketahuan karakternya.

wassalam,

sul

Advertisements