Shinta
shinta-march09Shinta

Nama : Shinta
Indukan : A. Rotundum x A . commutatum var tricolor
Penyilang : Bpk. Greg Hambali
Tahun Release : 2004
Image Source : -
Asal Nama : Nama tokoh pewayangan dalam kisah Rama dan Shinta

Deskripsi: – Warnanya didominasi oleh bintik pink dan putih merata di seluruh daunnya. Daunnya besar dan agak cekung. [Sumber: Flona Serial: Aglaonema Silangan Greg Hambali]

Hot Lady

hot-lady

Nama: Hot Lady
Indukan : A . commutatum var tricolor x A Rotundum
Penyilang : Bpk. Greg Hambali
Tahun Release : 2005
Image Source :  -
Asal Nama : Nama yang agak berbeda dengan seri merah lain. Dibandingkan dengan Tiara, Diana atau Kresna, nama Hot Lady memang agak funky. “Yang memberi nama anak saya, Mia,” jelas Indri, ibu dari dua anak ini. Hot Lady keluar bersamaan dengan seri merah lain, pada tahun 2004.

Deskripsi: – Hot Lady merahnya sangat mencolok, terutama pada garis tengahnya. Sementara spot hijau lebih besar besar dibandingkan dengan Tiara. Hijaunya gelap, sehingga kontras dengan warna merah kuat yang menyertainya. Hot Lady menduduki Juara III pada lomba tanaman hias Flora Fauna di Lapangan Banteng 2006. Tentu saja selain modal jenis tanaman yang bagus, kondisi juga harus bagus. Tanaman berumur 1,5 tahun itu bentuknya kompak. Pada bagian tengah paling tinggi. Dikelilingi anakan lebih pendek dan rata. Arah pertumbuhan daun teratur dengan warna mengilap seperti plastik. Pantas kalau juri menobatkannya sebagai juara. [Sumber: Flona Serial: Aglaonema Silangan Greg Hambali]

Widuri

widuri

Nama : Widuri
Indukan : A . commutatum var tricolor x A Rotundum
Penyilang : Bpk. Greg Hambali
Tahun Release : 2000
Image Source : -
Asal Nama : terinspirasi oleh lagu lama yang berjudul Widuri yang dinyanyikan oleh Broery Marantika. Lagu tersebut menceritakan tentang seorang gadis yang cantik, secantik A. Widuri.

Deskripsi: – Secara keseluruhan helaian daunnya kekuningan karena bercak hijaunya sedikit. Ada juga yang spot hijaunya lebar lebar dan didominasi oleh warna pink. Jika diperhatikan, bagian tulang daun utama nampak merah menyala ciri khas A. rotundum. Bnetuk daun oval yang merupakan perpaduan bentuk kedua tetuanya. Permukaan daun agak cekung. Anakannya banyak sehingga mudah dibiakkan. [Sumber: Flona Serial: Aglaonema Silangan Greg Hambali]

Dua Aglao Hasil BK

Rupa-rupi Ruby

Aglaonema Gading Emas

gading-emas

Gading Emas

Aglaonema Happiness

happiness

Aglaonema Striptease

striptease

 Aglaonema Lak Mueang

Legacy, aglaonema Thailand yang tetap bertahan

Legasi

Legacy

Beberapa tahun silam, aglaonema Thailand membanjiri pasar Indonesia dengan harga yang aduhai. Saat itu penggemar tanaman hias di Indonesia benar-benar terbuai dengan aglaoema, sehingga harga tanaman yang selangit pun tetap laris bak kacang goreng.

Legacy termasuk salah satu jenis aglao yang masuk ke Indonesia, waktu itu kisaran harganya 100 ribu/ daun, jauh di bawah Tiara, silangan lokal yang dibandrol 750 ribu perdaun [pernah mencapai 2,5 jt/ daun]. Harga maksimal legacy yang pernah saya ketahui 300 ribu/ daun, pada saat aglao sedang booming-boomingnya. Harga legacy relatif murah karena issue mass product di Thailand, sehingga harganya cenderung rasional, tidak begitu mahal meskipun kualitasnya oke banget.

Legacy memiliki struktur dan postur daunnya lebar serta kokoh, tulang daun cenderung dipenuhi warna merah, mengalahkan warna hijau dan kuning. Legacy juga cukup adaptif dengan lingkungan di Indonesia, tidak rewel dan mudah beranak.

Tahun lalu, ketika aglaonema terpuruk dihempas badai Anthurium, beberapa jenis aglaonema harganya menukik tajam, termasuk beberapa silangan lokal. Dan sampai saat ini susah untuk bangkit kembali, mungkin karena jumlahnya sudah banyak atau hobiis aglao semakin rasional menilai harga aglaonema. Adelia yang sempat menembus 500 ribu/ daun, saat ini dipasarkan dengan kisaran harga 100 ribu/ daun. Namun koreksi harga tidak berlaku buat legacy, yang saat ini harganya masih bertahan di kisaran 100-150 ribu/ daun.

Gambar di atas, merupakan salah satu legacy koleksi saya di rumah Jogja. Saya peroleh dari Bang Zai Medan seharga 350 ribu [4,5 daun]. Warna merahnya sudah keluar, lumayan bagus. Mudah-mudahan tanaman ini betah di Jogja dan berkembang biak menjadi banyak.

« Previous PageNext Page »